Minggu, 01 Agustus 2010

SDN Suka Hurip 05 Gelar Panggung Gembira

Sukatani, HaBe- Acara kenaikan kelas dan perpisahan kelas VI SDN Sukahurip 05 dimeriahkan dengan berbagai macam kebolehan siswa dan siswi, di antaranya menyanyi, menari, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kenaikan kelas dan perpisahan kelas VI SDN Sukahurip 05 dihadiri Ketua PGRI Sukatani Sayuti, MM.Pd dan Kwarran Sukatani, Syamsudin, S.Pd, Bowo, S.Pd, dan Hasim, S.Ag juga Ketua Komite SDN Sukahurip 05 Nedi Hendrawan.

Kepala SDN Sukahurip 05 Tarmiji, S.PdI ketika dijumpai HaBe di tengah acara mengatakan, acara ini merupakan program komite sekolah dan dukungan para wali murid. “Pihak sekolah hanya mengetahui saja”. Katanya.

Tarmiji menambahkan pihaknya sangat mengharapkan Pemkab Bekasi segera memfasilitasi sarana dan prasarana di sekolahnya, karena tiga ruang kelas tidak ada meubelernya, sehingga siswa belajar ngedeprok.

Pihaknya takut dengan keadaan prasarana yang kurang akan mempengaruhi semangat belajar murid, begitu pun soal halaman sekolah membutuhkan pengerasan dengan conblock. Sehingga murid dapat berkegiatan kendati hujan.

Selain itu, sekolah pun memutuhkan pembangunan pagar sekolah. Karena kondisi pagar yang ada saat ini sangat memprihatinkan, sudah hancur. “Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah untuk memprioritaskan sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai,” katanya. (karsa)

Padat Karya di Muaragembong

Muaragembong, HaBe- Kecamatan Muaragembong belum lama ini mengadakan kegiatan padat karya pelaksanaan pekerjaan padat karya, dibagi enam desa yaitu desa Pantai Mekar, desa Jayasakti,desa Pantai Harapan Jaya, desa Pantai Bakti, desa Pantai Sederhana serta desa Pantai Bahagia.

Pekerjaannya dilakukan serentak selama tiga hari dengan lokasi yang berbeda-beda tergantung kebutuhan lokasinya, dari membuat saluran air, sampai mengerjakan jalan lingkungan masing-masing wilayah desa.

Para pekerja mayoritas masyarakat desa masing-masing, dipimpin oleh kepala desa atas instruksi camat, agar dalam pekerjaannya tepat sasaran dan lancer juga bisa bermanpaat bagi orang banyak.

Wawan seorang petani disana mengatakan, dirinya bersyukur, saluran air yang awalnya tidak bisa dialiri, sekarang bisa dialiri air, setelah dibersihkan salurannya, dan jalan lingkungan, apabila hujan datang tidak bisa dilalui setelah dikerjakan dan diberi batu sekarang sudah bisa dilalui, dikatakan wawan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petani
Salah satu desa yanga ada di Muaragembong, Desa Pantai Bahagia yang mendapatkan padat karya, dananya dimanfaatkan untuk pembuatan jalan baru, pembuatan jalan tersebut mencapai 800 meter dengan lebar 3,5 meter, pembuatan jalan baru tersebut karena jalan lama sudah tidak bisa dipergunakan karena terputus terkena bajir tiga bulan lalu .

Kepala Desa Pantai Bahagia A.Romli mengatakan, dengan pembuatan jalan baru yang menggunakan lokasi tanah warga, semua hasil mufakat para warga kampung Solokan Kendal, dengan biaya pekerjaan padat karya selama tiga hari jalan sepanjang 800 meter dikerjakan dengan baik dan tidak ada hambatan.

Seorang warga Kampung Solokan Kendal, Radi membenarkan, dengan adanya pembuatan jalan baru yang mempergunakan tanah warga itu, semua hasil musyawarah mufakat, bagi tanahnya yang terkena untuk jalan umum, dan semuanya mendukung agar dibuat jalan baru, kata Radi. (yoma)

SMAN 1 Tambelang Ora gablek Lapangan Olahraga

Tambelang, HaBe- Gedung SMAN 1 Tambelang didirikan tahun 2002/2003, dan mulai ditempati tahun 2004, pada tahun 2010 sudah meluluskan 4 alumni, tetapi sampai saat ini belum memiliki lapangan sebagai sarana olahraga.

Lapangan yang ada permukaan tanahnya sangat rendah, dikarenakan lahannya berasal dari tanah sawah sehingga mudah digenangi air, pada saat ini lapangan tersebut hanya ditumbuhi rerumputan dan ilalang, dan kondisinya sangat memprihatinkan sekali.

Kepala SMAN 1 Tambelang, Muhayar, M.Pd saat dikonfirmasi HaBe mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan sekali adanya perbaikan lapangan yang difasilitasi pemerintah, sebab lapangan sangat membantu dalam upaya membina prestasi siswa dalam bidang olahraga.

Banyak sekali kegiatan non akademis yang sering mendapat penghargaan, dan yang paling menonjol sekali kegiatan ekskul PMR dan Pramuka walau sementara ini belum ada lapangan yang dijadikan tempat latihan.

Ketika disinggung hasil Ujian Nasional, Muhayar mengatakan, dari 158 siswa kelas 12, 100% lulus dengan hasil nilai yang cukup memuaskan. Muhayar berharap pemerintah memprioritaskan sarana lapangan olahraga SMAN 1 Tambelang karena pengajuan proposal usulan tentang pelebaran, pengerasan serta pengurugan lapangan olahraga sudah diajukan, namun sampai saat ini belum terealisasi. (Karsa)

Papan Proyek Salah Penulisan

Babelan, HaBe- Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Air Kabupaten Bekasi, tidak jeli dalam membuat papan nama proyek. Akibatnya, banyak nama papan proyek yang salah dalam penulisan, terutama nama kecamatan. Seperti yang terjadi di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi.

Pengamatan HaBe, papan nama proyek yang salah dalam penulisan itu terdapat di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan. Dalam papan proyek pengecoran Jalan Sasak CBL Pasar Muara Paket 1, tertulis nama Kecamatan Tambelang.

Seharusnya, jika proyek itu dilaksanakan di Muara Bakti kecamatannya adalah Babelan. Tapi, papan proyek yang salah menempatkan nama kecamatan sebanyak tiga nama papan proyek di wilayah itu tetap saja terpasang.

“Kami juga bingung mas, masak kecamatan kami diganti jadi kecamatan Tambelang,” tutur Rohidi warga Muara Bakti, saat membaca papan proyek yang terpasang.

Kesalahan pada tiga papan proyek yang berada di Kecamatan Babelan ini, bukan tidak mungkin akan aterjadi kesalahan pada papan proyek lainnya. Kemuingkinan juga kesalahan itu bukan hanya pada nama desa atau kecamatan, kesalahan nilai proyek dan lokasi proyek bisa saja terjadi.

Kesalahan penulisan papan proyek ini, merupakan bentuk ketidakjelian dan apatisme pejabat di Dinas Bina Marga dan pengelolaan Air Kabupaten Bekasi. Pasalnya, papan proyek yang mengalami kesalahan tetap saja dipasang, sehingga membingungkan masyarakat. (karsa)

OPJ 2010 Digelar Polsek Cabang Bungin

Cabangbungin, HaBe- Polsek Cabangbungin menggelar Operasi Patuh Jaya ( OPJ 2010 ) belum lama ini, OPJ ini digelar di beberapa titik rawan di wilayah Kecamatan Cabangbungin sejak 15 Juli s/d 28 Juli, Operasi tersebut dilakukan agar, para pengendara sepeda motor/mobil tertib berlalu lintas juga memenuhi kewajiban menggunakan perlengkapan sebagai pengendara.

Dalam operasi patuh jaya kali ini, sasarannya bagi pengendara bermotor yang tidak melengkapi surat-surat kendaraannya, pengendara yang tidak menggunakan helm dan yang tidak menyalakan lampu disiang hari walau itu diwilayah pedesaan seperti di Cabangbungin dan sekitarnya.

Aiptu Sukarno, mengatakan operasi ini juga menghimbau pada pengendara kendaraan bermotor agar tertib lalulintas demi keselamatan. Operasi patuh jaya kali ini bukan saja dilakukan polsek Cabangbungin, tapi Polsek Muaragembong juga serentak melakukan OPJ.

Dikatakan Karno pihaknya, menghimbau pengendara baik yang berpergian jauh maupun dekat agar membiasakan untuk menggunakan helm dalam mengendarai sepeda motor.
“Dengan menggunakan helm banyak sekali manfaatnya selain tertib lalu lintas, helm bisa menahan benturan apabila pengendara kecelakaan,” katanya.

Dalam operasi patuh jaya ini,pihaknya menghimbau apabila ada pengendara yang tidak dapat menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraanya kami akan memproses sesuai prosedur hokum, kata Karno (yoma)

Nelayan Muaragembong Disuluh Hukum Kelautan

Muara Gembong, HaBe- Nelayan Kecamatan Muaragembong yang tergabung dalam Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas ) mengikuti penyuluhan tentang hukum Kelautan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Bendera, belum lama ini.

Nelayan yang mengikuti penyuluahn terdiri dari enam kelompok yaitu kelompok Nelayan Muara Bendera, Muara Mati, Muara Pecah,,Muara Gobah, Muara Jaya dan Muara Bungin berangotakan 50 orang.

Encep Carmana dari PPNS Propinsi Jawa Barat yang memberi penyuluhan kepada para Nelayan menggunakan, mengacu pada UU N0.31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang direvisi UU N0.45 Tahun 209 tentang perubahan UU N0.31 Tahun 2009 Kep.Men. Masyarakat Nelayan dapat ikut seta melakukan pengawasan dan Pemberdayaan Kelautan dan perikanan yang ditindaklanjuti Kep Men UU.N0.58 Tahun 2001 tentang Sismaswas (Sistim Pengawasan Berbasis Masyarakat Nelayan).

Nelayan diberi kewenangan untuk melakuan pengawasan kekayaan laut baik penangkapan ikan yang menggunakan Pukat Harimau (Trowel) maupun pengambilan pasir laut secara ilegal yang membuat terjadinya abrasi. Unt melakan tugas tersebtelayan harus dibekali kemampuan untuk melakukan pengawasan tersebut.
Nelayan yang sudah tergabung dalam Pokmaswas mereka sudah dibekali dengan kemampuan yang selama ini diberikan pengetahuan baik cara melakukan pengawasan terhadap penangkap ikan asing mapun penggalian pasir. Setelah mereka mengetahui pelaku, mereka melakukan koordinasi dengan aparat keamanan yang sudah ditugaskan yaitu Pool Air.

“Karena pada umumnya nelayan yang menggunakan Pukat Harimau adalah pengusaha besar maupun Nelayan Asing jadi nelayan Pokmaswas yang menggunakan jaring apa adanya harus berhati-hati, dalam melakukan pengawasan dan harus melakukan koordinasi dengan pihak keamanan tutur,” Encep.

Fredi alias Surmin seorang Ketua Pokmaswas dari Muara Bendera yang ditemui HaBe Senin (26/7) mengatakan, nelayan Muaragembong yang masuk dalam kelompok Posmaswas ada sekitar 50 orang yang tersebar di 6 Muara. Dengan penyuluhan hukum tentang Kelautan dan Periakanan ini merupakan tangungjawab untuk bisa menyelamatkan laut dan isinya.

“Sedangkan Pokmaswas kini sudah mempunyai motor mesin sebanyak 2 Unit pemberian dari Pemkab Bekasi, enga adanya Motor air para nelayan silih berganti melakukan pengawasan terhadap laut dan isinya demi kelangsungan hidup para nelayan,” ujar Carlim.

Sementara itu, Kabid Perikanan dan Kelautan, Hj Nani mengatakan, pembinaan terhadap nelayan ini sering kali dilakukan agar para nelayan bisa hidup layak dan dengan diberi pengetahuan masalah Hukum mereka bisa memelihara ekosistem laut. “

Dengan terjaganya Ekositem laut ini bisa menambah pendapatan para nelayan,” ujar Hj.nani. (Yoma)

Pustu Desa Sukadaya Dibangun

Sukawangi, HaBe- Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Pangerangan, tepatnya di atas Tanah Kas Desa (TKD), depan Kantor Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, mulai dilaksanakan. Volume pembangunan 14,5 x 175 meter persegi, dikerjakan CV Bangun Persada.

Dana Pembangunan Pustu bersumber dari propinsi, berawal dari kepedulian Kepala Desa Sukadaya, Yarpan Suharno. Saat mengikuti rapat dinas di Bandung selama 12 hari, di gelombang kedua, beberapa bulan lalu, pihaknya sempat mengusulkan bantuan untuk pembangunan Pustu.
“Karena warga Desa Sukadaya jika ingin berobat ke Puskesmas terlalu jauh, “ tuturnya.

Dengan pembangunan Pustu di wilayahnya, Yarpan Suharno berharap agar masyarakatnya sehat dan sejahtera, dan tidak kesulitan lagi saat mau berobat. Terealisasinya permohonan Yarpan Suharno pada saat rapat dinas di Bandung, satu kebanggaan yang sangat diharapkan, karena perjuangannya membuahkan hasil yang sempurna, untuk kepentingan orang banyak.

Yarpan Suharno menambahkan, pihaknya berharap jika pembangunannya selesai, Pemkab Bekasi segera memprioritaskan tenaga medis untuk ditempatkan di Pustu yang selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat banyak, dan dapat segera beraktivitas dalam pelayanannya. (karsa)